Berita Viral
Beranda » Berita » SKY FEST 2026 Meriahkan Pelaihari, 335 Layang-Layang Dandang Terbangkan Tradisi Banua

SKY FEST 2026 Meriahkan Pelaihari, 335 Layang-Layang Dandang Terbangkan Tradisi Banua

Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dipenuhi warna-warni layang-layang dalam gelaran tersebut. Suasana dipuja warga karena langitnya penuh garis warna dan gerak ringan layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin, menghadirkan senyum pada pengunjung dari berbagai desa. Momen itu mempererat kebersamaan warga.

Selain itu, Festival Kelayangan Dandang se-Kalimantan Selatan berlangsung pada 8 Agustus 2026 lalu di Jalan Pemanaran RT 26, Kecamatan Pelaihari. Kegiatan ini menarik berbagai pendaftar dan penonton untuk menyaksikan lomba kelayangan, pameran karya, dan pertunjukan lokal sepanjang hari besar meriah.

Mengusung tema “Dalas Bapangsar, Malapas Piluntang Kada”, festival ini menjadi ruang berkumpulnya para pecinta Kelayangan Dandang. sekaligus upaya mengenalkan dan melestarikan salah satu tradisi masyarakat Banua. Kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya antara komunitas lokal dan pengunjung. Dengan demikian, festival menjaga kelangsungan tradisi sambil membawa nilai-nilai kebersamaan.

Selain itu, festival ini memperkuat identitas budaya Banua dan mengedukasi generasi muda. Pengalaman ini juga mendorong pelancong untuk memahami tradisi lokal lebih dalam. Para pelaku budaya berperan aktif dalam merawat ritual dan cerita yang melekat pada Banua. Kegiatan ini tercatat sebagai bagian penting upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Sebanyak 78 tim ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Untuk acara ini, sky fest 2026 menjadi konteks utama penyelenggaraan.

MUI Tanah Laut Gelar Orientasi Pengembangan Masjid di Era Digitalisasi Informatika

Setiap tim terdiri dari sekitar 10 hingga 15 orang. Totalnya mencapai 335 buah layang-layang yang diterbangkan dalam festival.

Selain itu, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi GEKRAFS Tanah Laut, Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, dan masyarakat RT 26 Jalan Pemanaran Pelaihari.

Tidak hanya menampilkan atraksi Kelayangan Dandang, SKY FEST 2026 juga dikemas dengan berbagai hiburan. Penampilan DJ Ipunx turut mengisi acara.

Selain itu, terdapat pembagian doorprize serta sambutan dari Ketua GEKRAFS Tanah Laut.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam festival ini adalah ornamen Dangung atau Kakumbangan. Ornamen itu terpasang pada layang-layang Dandang.

Jadwal Pemadaman Listrik masih berlangsung, ini strategi UMKM Penjual Kopi agar produksi tetap berjalan

Selain itu, ornamen tersebut menghasilkan bunyi khas ketika layang-layang mengudara, sehingga menjadi salah satu karakteristik menarik dari tradisi Kelayangan Dandang yang turut menjadi bagian sky fest 2026.

Ketua GEKRAFS Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Kami ingin Kelayangan Dandang tidak hanya menjadi sebuah permainan tradisional. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

“SKY FEST menjadi ruang untuk mempertemukan komunitas, masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Laut,” ujar Aditya.

Annisa Devyna Ajak Generasi Muda Lestarikan Anggrek Lokal di Bukit Priangan

Menurutnya, kolaborasi antara komunitas, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat sangat penting untuk kemajuan budaya. Oleh karena itu, kolaborasi semacam itu dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor budaya. Dengan kerja sama ini, kegiatan budaya bisa berkembang secara berkelanjutan bagi semua pihak terkait.

Selanjutnya, Ketua Pelaksana SKY FEST 2026, Asbiani, menyampaikan antusiasme peserta.

Hal itu menunjukkan bahwa Kelayangan Dandang masih memiliki tempat di tengah masyarakat.

Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan antusiasme yang luar biasa. Selain itu, ada 78 tim yang berpartisipasi dengan total 335 layang-layang. Ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Kelayangan Dandang masih sangat kuat,” kata Asbiani.

Ia berharap SKY FEST dapat menjadi kegiatan yang terus berkembang.

Selain itu, ia juga berharap dapat mempertemukan lebih banyak komunitas Kelayangan Dandang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Selain aspek budaya dan komunitas, festival ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi. Selanjutnya, keterlibatan pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan mendorong aktivitas ekonomi.

Kehadiran UMKM diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Selain itu, diharapkan juga menjadi bagian dari ekosistem kegiatan budaya dan ekonomi kreatif di Tanah Laut.

Dengan perpaduan antara tradisi, komunitas, hiburan, dan UMKM, SKY FEST 2026 menjadi salah satu bentuk kegiatan. Ia memperlihatkan budaya lokal dapat dikemas secara menarik. Nilai tradisinya tetap terjaga.

Dari langit Pelaihari, suara khas Dangung dan Kakumbangan kembali terdengar.

Selain itu, tradisi bukan sekadar diwariskan, tetapi perlu terus diterbangkan dan diperkenalkan kepada generasi masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications OK No thanks