PELAIHARI — Kenaikan harga biji kopi mulai dirasakan para pelaku usaha kedai kopi, mulai dari kedai kecil hingga coffee shop besar. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi para pengusaha kopi yang harus memutar strategi agar usaha tetap berjalan tanpa membebani pelanggan dengan kenaikan harga minuman, Senin (1/6/2026).
Sejumlah pemilik kedai kopi mengaku hingga saat ini masih mempertahankan harga normal meski biaya bahan baku terus meningkat. Mereka memilih menahan kenaikan harga demi menjaga pelanggan tetap datang dan menikmati kopi seperti biasa.
Berbagai cara pun dilakukan agar usaha tetap bertahan di tengah kondisi sulit. Salah satunya dengan menggelar event kecil di kedai kopi untuk menarik pengunjung dan menjaga suasana tetap ramai.
Salah satu pemilik kedai kopi di Pelaihari, Rizky Nanda Sapriandhy, mengatakan kenaikan harga kopi dipengaruhi banyak faktor, termasuk naiknya nilai tukar dolar karena beberapa jenis kopi yang digunakan merupakan produk impor. Dampak kenaikan dolar terhadap rupiah diduga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya harga bahan baku kopi di pasaran.
Meski demikian, ia menyebut masih banyak produk kopi berkualitas dari dalam negeri yang bisa menjadi pilihan bagi para pelaku usaha kedai kopi. Namun, kopi lokal tersebut juga turut mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya biaya produksi dan distribusi.
“Ini memang masa yang sulit bagi pelaku usaha kedai kopi. Harga biji kopi naik, sementara kami masih bertahan tidak menaikkan harga jual ke pelanggan karena cukup berat bagi kami jika harus menaikkan harga,” ujarnya.
Menurut Rizky, kondisi ini tidak hanya dirasakan coffee shop besar, tetapi juga UMKM kedai kopi kecil yang harus tetap memikirkan biaya operasional harian.
Ia berharap kondisi ekonomi segera membaik sehingga harga bahan baku kopi bisa kembali stabil dan para pelaku UMKM tetap mampu bertahan.
“Semoga masa-masa sulit ini cepat berakhir dan para pelaku UMKM, khususnya kedai kopi, bisa terus bertahan,” tambahnya.
Di tengah naiknya harga bahan baku, para pelaku usaha kopi kini dituntut lebih kreatif dalam menjaga eksistensi usaha, mulai dari menghadirkan konsep acara sederhana hingga memperkuat hubungan dengan pelanggan agar kedai tetap hidup dan ramai pengunjung

Komentar