Berita Ekonomi UMKM
Beranda / UMKM / Gekrafs Tanah Laut Gelar Lomba Desain Motif Sasirangan 2026, 49 Karya Bersaing Jadi Motif Resmi Hari Jadi ke-61

Gekrafs Tanah Laut Gelar Lomba Desain Motif Sasirangan 2026, 49 Karya Bersaing Jadi Motif Resmi Hari Jadi ke-61

Pelaihari – Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Kabupaten Tanah Laut kembali menggelar Lomba Desain Motif Sasirangan 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-61. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk melestarikan sekaligus mengembangkan sasirangan sebagai identitas budaya daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Lomba yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Laut ini berhasil menjaring 49 karya desain motif sasirangan dari berbagai kalangan. Seluruh karya akan bersaing memperebutkan predikat sebagai Motif Resmi Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-61.

Ketua Gekrafs Kabupaten Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi desain, tetapi merupakan langkah strategis untuk memajukan sasirangan, industri fesyen, serta pelaku UMKM di Kabupaten Tanah Laut.

“Ini langkah penting untuk kemajuan sasirangan, dunia fesyen maupun pelaku UMKM kita di Tanah Laut,” ujarnya.

Lakalantas di Tanah Laut Meningkat, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Menurut Aditya, manfaat dari kegiatan ini tidak hanya berhenti pada lahirnya motif baru, tetapi juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Lomba ini bukan hanya tentang mencari motif terbaik, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Ketika motif pemenang ditetapkan sebagai Motif Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut dan digunakan secara luas, akan tercipta peluang transaksi ekonomi yang nilainya berpotensi mencapai miliaran rupiah. Rantai ekonomi kreatif akan bergerak, mulai dari jasa desainer motif, penjelujur, penyirang, penjahit, hingga pelaku UMKM dan industri fesyen yang memproduksi busana berbahan sasirangan. Inilah multiplier effect yang ingin kami bangun melalui lomba ini,” jelasnya.

Dalam kompetisi ini, panitia menetapkan tiga kategori penghargaan, yakni The Best Motif, The Best Technique, dan The Best Coloring. Motif terbaik nantinya akan ditetapkan sebagai Motif Resmi Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-61 dan diharapkan menjadi identitas visual yang digunakan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah, promosi daerah, hingga produk fesyen khas Tanah Laut.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Syaifullah, S.E., M.M., yang akrab disapa DJ Ipunx, menjelaskan bahwa seluruh tahapan lomba dilaksanakan secara terbuka dan profesional.

Ia mengatakan, technical meeting telah dilaksanakan pada 12 Juli 2026 di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tanah Laut sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan lomba. Kegiatan tersebut diikuti para peserta untuk mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan lomba, mekanisme penyerahan karya, hingga proses penilaian oleh dewan juri.

Harga Biji Kopi Naik, Pelaku Kopi Bertahan Tanpa Naikkan Harga

“Tahapan selanjutnya adalah penyerahan karya pada 5–13 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan proses penilaian oleh dewan juri profesional di bidang sasirangan pada 21 Agustus 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Raya Kemerdekaan,” jelasnya.

Menurutnya, proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang sasirangan sehingga karya yang terpilih benar-benar berkualitas dan layak menjadi motif resmi Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-61.

Syaifullah berharap lomba ini tidak hanya melahirkan karya-karya terbaik, tetapi juga menjadi wadah bagi para desainer muda untuk terus berinovasi dalam mengembangkan motif sasirangan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM, industri fesyen, serta ekonomi kreatif Kabupaten Tanah Laut.

Dengan memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, Gekrafs bersama Dekranasda Kabupaten Tanah Laut optimistis Lomba Desain Motif Sasirangan akan terus menjadi agenda tahunan yang melahirkan motif-motif khas Tanah Laut, memperkuat identitas daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.

Bupati Rahmat dan Wamen ATR/BPN Perkuat Sinergi Penanganan Persoalan Pertanahan di Tala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement