PELAIHARI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut kembali menggelar Tala Ethnic Carnival II (TEC II 2026) di kawasan Jalan H. Boejasin atau Pal-Palan, Pelaihari, dengan mengusung tema “Pekan Raya Kemerdekaan”.
Memasuki pelaksanaan kedua, Tala Ethnic Carnival kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya melalui kostum, pertunjukan, dan berbagai inovasi peserta.
Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan tersebut juga untuk kedua kalinya berkolaborasi dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Tanah Laut, sehingga pelaksanaan karnaval tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi turut membuka ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pelaku UMKM daerah.
Antusiasme masyarakat terhadap Tala Ethnic Carnival II juga dinilai meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto berdasarkan laporan panitia.
“Ini adalah kegiatan yang kedua kalinya, dan melihat laporan panitia, ada geliat serta semangat dari masyarakat yang ingin berpartisipasi lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujar Bupati.
Menurut Rahmat, kegiatan seperti Tala Ethnic Carnival perlu terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai wadah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga budaya yang ada di Tanah Laut maupun budaya dari daerah lainnya.
Ia menyebut Tanah Laut sebagai “Indonesia kecil”, yang memiliki keberagaman masyarakat dan budaya, namun tetap dapat dipersatukan dalam semangat kebersamaan.
“Mari kita lestarikan budaya baik yang ada di Tanah Laut maupun di luar daerah. Karena Tanah Laut adalah Indonesia kecil. Kita harapkan dapat mewujudkan kota dalam perbedaan, namun tetap ada kesamaan,” katanya.
Tiga Kategori Perlombaan
Tala Ethnic Carnival II diikuti peserta dalam tiga kategori, yakni tingkat sekolah (SMP/SMA/Universitas), tingkat umum (sanggar/organisasi), serta tingkat SKPD se-Kabupaten Tanah Laut.
Pada kategori tingkat sekolah, SMKN 1 Takisung berhasil meraih juara pertama. Posisi juara kedua diraih UPTD SMPN 8 Pelaihari dan juara ketiga SMKN 1 Pelaihari.
Sementara itu, UPTD SMPN 6 Bati-Bati meraih harapan pertama, SMAN 1 Bajuin harapan kedua, dan Yayasan As Syuhada sebagai harapan ketiga.
Untuk kategori tingkat umum, juara pertama diraih Yayasan Sanggar Budaya Lintang Kencana. Juara kedua diraih Sanggar Seni Lestari Budaya L-Baba, sedangkan juara ketiga diraih KORMI Tanah Laut.
Khaf Project meraih harapan pertama, Turonggo Mulyo Budoyo sebagai harapan kedua, dan Sanggar Seni Tirta Kusuma sebagai harapan ketiga.
Sedangkan kategori tingkat SKPD se-Kabupaten Tanah Laut, juara pertama diraih Kecamatan Takisung, juara kedua Kecamatan Pelaihari, dan juara ketiga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tanah Laut.
Untuk kategori harapan, Dinas Perhubungan Tanah Laut meraih harapan pertama, Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut harapan kedua, dan Dinas Kesehatan Tanah Laut sebagai harapan ketiga.
Apresiasi Kreativitas Generasi Muda
Bupati Tanah Laut turut mengapresiasi para peserta, khususnya anak-anak dan generasi muda yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dalam menampilkan representasi budaya dari daerah asal masing-masing.
“Saya juga mengapresiasi para anak-anak peserta yang telah berinovasi menampilkan perwakilan budaya dari setiap asalnya. Teruslah berkarya dan jaga semangat persatuan,” ujar Rahmat.
Ia berharap pelaksanaan Tala Ethnic Carnival dapat terus berkembang dan pada masa mendatang mampu menarik peserta dari luar daerah.
Menurutnya, Kalimantan juga memiliki peluang untuk menjadi salah satu daerah yang melahirkan event karnaval berskala besar dan memiliki daya tarik seperti karnaval yang berkembang di Jawa Timur.
“Semoga ke depan kita dapat mengundang peserta dari luar daerah. Saya berharap kita di Kalimantan dapat menjadi pencetus seperti karnaval di Jawa Timur,” katanya.
Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Kreatif
Kolaborasi Disdikbud Tanah Laut dengan GEKRAFS Tanah Laut pada pelaksanaan Tala Ethnic Carnival II juga memperkuat keterkaitan antara kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Keramaian yang tercipta selama kegiatan memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir. Produk kuliner, kerajinan, fesyen, hingga berbagai produk kreatif lokal dapat memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Dengan demikian, event budaya tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga dapat menciptakan pergerakan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan pada pelaksanaan berikutnya, sehingga Tala Ethnic Carnival mampu menjadi salah satu agenda daerah yang menggabungkan budaya, kreativitas, ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata.
Memasuki penyelenggaraan kedua, Tala Ethnic Carnival menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk terus mendorong generasi muda agar berani berkarya, berinovasi, serta mengenal dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki Tanah Laut dan Indonesia.









Komentar