Berita
Beranda / Berita / Karhutla Muncul di Bukit Priangan Tanah Laut, Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

Karhutla Muncul di Bukit Priangan Tanah Laut, Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

TANAH LAUT — Satu titik api terdeteksi di kawasan Bukit Priangan, tepatnya di area KTH Gawi Sabumi, Pantai Linuh, Kabupaten Tanah Laut, pada Selasa (1/9/2026).

Api yang kemudian menyebar ke area sekitar tersebut langsung mendapat penanganan dari tim gabungan. Petugas dan masyarakat bergerak cepat untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut, Polisi Kehutanan (Polhut), KTH Bumi Priangan, masyarakat Bumi Jaya, masyarakat Gunung Melati, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta komunitas trail.

Begitu menerima informasi mengenai keberadaan titik api, tim gabungan segera menuju lokasi. Namun, kondisi medan Bukit Priangan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Sejumlah personel harus menempuh medan yang tidak mudah untuk mencapai lokasi kebakaran. Dalam kondisi tersebut, dukungan masyarakat dan komunitas trail turut membantu mempercepat mobilitas personel menuju kawasan yang terdampak.

17 Tahun Siluet Model TALA: Menempa Talenta Sejak Usia 4 Tahun, Ukir Prestasi hingga Panggung Nasional

Kepala KPH Tanah Laut, Heru Wibowo, S.P., bersama jajaran KPH dan Polhut turut melakukan pemantauan serta penanganan langsung di lokasi.

Heru mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di kawasan yang memiliki kondisi rawan terbakar.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di kawasan hutan maupun lahan.

Menurut Heru, deteksi dini dan respons cepat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

“Deteksi dini dan respons cepat sangat diperlukan untuk mencegah api meluas, terlebih pada kawasan hutan dan lahan yang memiliki kondisi rawan terbakar,” ujarnya.

Annisa Devyna Terpilih sebagai Wakil 2 Galuh Tanah Laut 2026, Bawa JELITA untuk Lestarikan Warisan Budaya

Di lapangan, anggota KTH Bumi Priangan bersama masyarakat turut membantu proses penanggulangan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting, tidak hanya dalam membantu penanganan, tetapi juga dalam melakukan pengawasan dan memberikan informasi ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Sementara itu, komunitas trail berperan dalam mendukung mobilitas personel. Kendaraan trail digunakan untuk menjangkau sejumlah titik yang sulit dilalui kendaraan roda empat, sehingga pergerakan tim menuju lokasi dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Kolaborasi antara KPH Tanah Laut, Polhut, KTH Bumi Priangan, masyarakat Bumi Jaya dan Gunung Melati, MPA, serta komunitas trail menjadi gambaran pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menghadapi ancaman karhutla.

Selain melakukan penanganan, tim gabungan juga melaksanakan pemantauan terhadap area terdampak guna mengantisipasi kemungkinan api kembali menyebar maupun munculnya titik api baru di kawasan Bukit Priangan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Fight Night Ramaikan Pertasi Kencana, Jadi Ajang Adu Nyali Atlet dan Warga Pelaihari

Dengan deteksi dini, pelaporan cepat, serta kolaborasi di lapangan, potensi kebakaran di kawasan hutan dan lahan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications OK No thanks