Berita
Beranda / Berita / DJ IPUNX, Alif Fakod, dan Julak Larau Kolaborasikan Musik Modern dan Tradisional di Grand Final Nanang Galuh Tanah Laut 2026

DJ IPUNX, Alif Fakod, dan Julak Larau Kolaborasikan Musik Modern dan Tradisional di Grand Final Nanang Galuh Tanah Laut 2026

PELAIHARI, 28 Agustus 2026 — Suasana malam penampilan bakat Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Tanah Laut 2026 di Gedung 83 Duamas, Jumat (28/8/2026), berlangsung meriah. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah kolaborasi tiga musisi lintas daerah, yakni DJ IPUNX, Alif Fakod, pemain sapek asal Kalimantan Timur, dan Julak Larau, sang maestro kuriding Kalimantan Selatan.

Ketiganya tampil dalam sebuah pertunjukan musik kolaboratif yang memadukan energi musik elektronik dengan kekayaan bunyi instrumen tradisional Nusantara. Penampilan tersebut secara khusus mengiringi parade para finalis Nanang Galuh Tanah Laut 2026.

Dentuman musik elektronik yang dimainkan DJ IPUNX berpadu dengan karakter khas sapek Dayak yang dimainkan Alif Fakod. Nuansa etnik semakin kuat dengan permainan kuriding dari Julak Larau, menciptakan warna musik yang unik sekaligus memberikan identitas budaya yang kuat pada panggung malam itu.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para penonton, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana musik tradisional dapat dikemas secara kreatif dan beradaptasi dengan perkembangan musik modern.

Perpaduan tiga karakter musik tersebut membuat parade finalis berlangsung semakin dinamis. Para finalis tampil berjalan di atas panggung dengan iringan musik yang energik, sementara penonton memberikan sambutan meriah sepanjang penampilan.

Annisa Devyna Terpilih sebagai Wakil 2 Galuh Tanah Laut 2026, Bawa JELITA untuk Lestarikan Warisan Budaya

DJ IPUNX mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi pengalaman menarik karena mempertemukan tiga karakter musik dari latar budaya yang berbeda.

“Ini bukan sekadar menggabungkan musik elektronik dengan alat musik tradisional. Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan musik daerah bisa dikemas menjadi pertunjukan yang modern, energik, dan tetap memiliki identitas budaya,” ujar DJ IPUNX.

Sementara itu, kehadiran Alif Fakod dari Kalimantan Timur membawa warna tersendiri melalui permainan sapek, alat musik tradisional masyarakat Dayak. Adapun Julak Larau memperkuat karakter lokal Kalimantan Selatan melalui permainan kuriding yang menjadi salah satu kekayaan musik tradisional daerah.

Pertunjukan ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi budaya antardaerah di Pulau Kalimantan. Musik elektronik, sapek Dayak, dan kuriding Banjar dipertemukan dalam satu panggung untuk mengiringi generasi muda Tanah Laut yang tengah berkompetisi menjadi Nanang dan Galuh 2026.

Kemeriahan malam tersebut menunjukkan bahwa ajang Pemilihan Nanang Galuh Tanah Laut tidak hanya menjadi ruang pencarian figur generasi muda, tetapi juga dapat menjadi panggung bagi kreativitas seniman serta promosi kekayaan budaya lokal.

Fight Night Ramaikan Pertasi Kencana, Jadi Ajang Adu Nyali Atlet dan Warga Pelaihari

Kolaborasi DJ IPUNX, Alif Fakod, dan Julak Larau pun menjadi salah satu momen yang memberikan warna berbeda pada malam Grand Final, sekaligus membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat bertemu dalam satu harmoni yang menarik dan spektakuler

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications OK No thanks